Sahabat Sejati

14 03 2008

DI suatu desa yang sangat asri dan penghasil ikan terbanyak, tinggallah dua sahabat yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah (PR) bersama-sama. Dua sahabat itu bernama Virni dan Mike.
Virni seorang anak yang miskin dan dia ditinggal ayahnya pergi merantau. Sedangkan Mike hidup di tengah keluarga kaya. Tapi Mike tetap mau bersahabat dengan Virni.
Hingga suatu hari, persahabatan mereka diuji. Mike bertanya kepada Virni, ”Kamu kenapa sih kok ngeliatin aku kayak gitu,” tanya Mike kepada Virni.
”Nggak kok, cuma kamu kok nggak bisa ngerjain soal segampang itu sih,” jawab Virni.
“Kok kamu gitu sih? Kamu ngeledek ya. Jangan gitu dong, kita kan sahabat,” ujar Mike dengan nada sedikit marah.
“Jangan sampai persahabatan kita kacau-balau hanya gara-gara PR,” lanjut Mike.
“Emangnya aku suka tingkah kamu yang sok kaya,” kata Virni. “Tingkah apa, yang mana?” tanya Mike. Suasana makin panas dan tidak bersahabat.
“Jangan pura-pura deh, tadi kamu yang ngumpetin bolaku ke dalam sumur kan? Ya kan? Udah deh ngaku aja,” kata Virni dengan suara keras.
“Ah, aku kan cuma bercanda kok,” jawab Mike.
“Tapi jangan berlebihan dong .” jawab Virni.
“ Sorry, nanti aku ganti deh. Lagi pula bolamu kan udah jelek dan kotor,” ledek Mike karena marah.
“Ya, udah kalau gitu, lebih baik persahabatan kita putus,” jawab Virni sambil meninggalkan Mike.
“Oke, kalau gitu. Aku juga ingin begitu,” kata Mike tegas.
Keesokan harinya Mike dan Virni tidak lagi akrab seperti hari-hari kemarin. Bahkan nyapa atau ngobrol pun tidak.
Namun suatu malam, Mike tidak bisa tidur. Dia memikirkan, apa yang terjadi dengan Virni dan dirinya jika mereka bermusuhan makin lama. Begitu juga Virni. Ia takut Mike akan memusuhinya terus.
Lalu Mike pun menelepon Virni. Keduanya mengaku saling kangen, ingin bersahabat kembali.
Keesokan harinya ketika pelajaran Sains, mereka harus melakukan pengamatan dengan kelompok berpasangan. Kebetulan Mike dan Virni beda kelompok.
Hari semakin siang, pelajaran sains dihentikan dan anak-anak dibolehkan pulang. Ketika pulang, Mike menemui Virni.”Vir, aku minta maaf aku terlalu emosi,” ucap Mike. Dia agak malu.
”Aku juga minta maaf, Mike. Aku kangen sekali sama kamu. Aku jadi teringat ayahku.”
Akhirnya mereka berdua bermaafan dan menjalin persahabatan kembali. Dan bola Virni sudah diganti oleh Mike.[]

Kiriman: Elfitri Lidwina Pradita Sari


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: